TINGKATKAN APK, PNUP KUNJUNGI POLIJE

Politeknik Negeri Jember (Polije) merupakan salah satu PTN vokasi yang sudah berkembang pesat, yang sering menjadi rujukan bandmarking (studi banding) beberapa PTN/PTS vokasi maupun PT lainnya. Polije saat ini mempunyai 8 Jurusan dan 21 Program Studi (prodi) jenjang Diploma III dan Sarjana Terapan. Serta 1 prodi Magister Terapan serta mempunyai mahasiswa (APK) sebanyak 8000 baik di kampus utama di jalan Mastrip Jember maupun yang ada di kampus 2 Bondowoso.
Dalam pengembangan sarana dan prasarana serta pengembangan kampus, Polije cukup jauh meninggalkan Politeknik lainnya, hal ini terbukti fasilitas kampus Polije berdiri megah di area 40 hektar serta didukung beberapa teaching factory seperti Pabrik Pengolahan Benih Padi, Pabrik Roti dan Kue, Pabrik Air Mineral, Pabrik Pakan Pakan Ternak, Kebun Inovasi, Green House dan Pabrik Pengalengan Ikan, untuk mewujudkan kurikulum berbasis produk.
Hal tersebut yang menjadi salah satu alasan, 4 delegasi dari Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) Selasa (8/1) kemarin mengunjungi Polije untuk melakukan benchmarking atau studi banding terhadap capaian dalam tata kelola anggaran, peningkatan jumlah mahasiswa, tata kelola sara dan prasarana dan lain sebagainya.
“Kami mendapati data dan prestasi yang telah dicapai Polije, dalam pengembangan kapasitas dan kwalitas kelembagaan, jumlah mahasiswa dan tata kelola manajemen secara keseluruhan”, ujar Dr. Ir. Muhammad Arsyad, MT Ketua delegasi.
Menurut dia, PNUP dengan Pimpinan baru mempunyai greget untuk mengejar ketertinggalan disbanding Politeknik lainnya. Polije dijadikan salah satu rujukan untuk belajar untuk meujudkan target tersebut.
Delegasi yang beranggotakan Dr. Sirajuddin Omsa, SE, M.Ed, Mgmt, Drs. Amri, M.Hum dan Ibrahim Abduh, S.ST, MT diterima Direktur Polije Dr. Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM, para Wakil Direktur, Kabag. Perencanaan, Akademik dan Kemahasiswaan dan Kepala Humas.
Dalam paparannya Direktur Polije, memberikan gambaran inti untuk memacu pengembangan Polije, harus didukung visi yang jelas, rencana strategis yang merupakan kesepakatan segenap kompunen terkait, keharmonisan pimpinan. “Dibutuhkan visi dan Renstra yang jelas, harus kompak, sabar dan tahan banting”, papar Nanang Dwi Wahyono.
Memulai sebuah pengembangan, dibutuhkan pengorbanan. Akselerasi pengembangan Polije, diawali dengan menambah jumlah mahasiswa baru, dengan begitu pada langkah selanjutnya ada peluang dapat mengusulkan penambahan SDM, sarana prasarana dan fasilitas lainnya. “Dalam sistem penganggaran dibutuhkan gap awal, di awali dengan peningkatan jumlah mahasiswa baru, akhirnya kami bisa mengusulkan penambahan anggaran, SDM, gedung dan fasilitas lainnya.
Delegasi PNUP sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Polije dan informasi hasil benchmarking ini akan dijadikan pertimbangan utama dalam menyusun strategi, program dan kegiatan yang akan dilakukan PNUP untuk mengembangkan jumlah mahasiswa atau angka partisipasi kotor (APK). “Kami hari ini mendapatkan pencerahan dan terima kasih mendapatkan sesuatu yang sangat bermanfaat”, Sirajuddin Omsa.

Keterangan foto :
Belajar ke Polije : Direktur Polije Dr. Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM dan Dr. Ir. Muhammad Arsyad, MT Ketua delegasi dari PNUP setika tukar menukar Cinderamata didampingi para Wadir dan anggota Delegasi

Pengumuman Politeknik Negeri Jember

Tue
Apr
16
2019
Hasil Desk Evaluasi Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur PMDK-PN ...
Wed
Mar
13
2019
Berikut adalah daftar calon mahasiswa baru yang dinyatakan L...
Sat
Feb
23
2019