POLIJE SIAPKAN TEACHING FACTORY BERSTANDAR INDUSTRI

Melalui FGD dengan Tim S4C Swiss dan Konsultan
Dalam rangka meningkatkan eksistensi Politeknik Negeri Jember (Polije) sebagai perguruan tinggi vokasi unggulan di Indonesia khususnya di era revolusi industri 4.0 serta menjadi bagian strategis mewujudkan visi Polije 2025, perlu didukung proses pendidikan dengan kurikulum yang luarannya mampu menciptakan lulusan yang kompeten.
Penerapan kurikulum dengan komposisi 321 untuk Diploma tiga dan 521 untuk sarjana terapan, dimana pelaksanaan praktek industri yang dilakukan selama dua semester, bisa berkolaborasi antara industri riil dan teaching factory (tefa) yang ada di kampus.
Untuk mewujudkan tefa yang berstandar industri, telah dimulai dengan pembangunan sarana fisik melalui dana revitalisasi serta bekerjasama tim Soft Skill for Competitiveness (S4C) yang merupakan kerjasama antara Kementerian Perindustrian dan Kementrian Ristekdikti, dan SECO (Swiss State Secretariat for Economic Affairs).
Tahapan mewujudkan tefa yang berstandar industri tersebut, Rabu (10/4) kemarin yang bertempat di Ruang Sidang lantai 2 Gedung Asih Asah Asuh telah dilaksanakan Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan Kajur dan Ketua Prodi dilingkungan Jurusan Teknologi Pertanian, tim Perencanaan, Unit Layanan Pengadaan, Konsultan dan tim S4C.
Dalam sambutannya, Direktur Polije Saiful Anwar, S.TP, MP mengharapkan dengan FGD ini akan menghasilkan tefa yang benar-benar sesuai dengan standard industri. “Dengan tefa yang berstandar industri, akan menjadi lokasi magang industri disamping di industri luar kampus, sebagai implementasi kurikulum berbasis industri”, terangnya.
Menurut dia, Polije telah menyiapkan beberapa tefa mulai pabrik roti, pengalengan ikan, pengemasan, pabrik air mineral, pabrik pengolahan benih Padi dan lain sebagainya.
Dalam FGD ini Polije menghadirkan konsultan dari eksternal yaitu Pacific Harvest and Catalyst Consulting, dengan harapan akan mendapatkan input, process, maupun outputnya sesuai dan selaras dengan persyaratan industri pengolahan ikan. Hal ini menjadi penekanan dan pertimbangan terkait dengan edibilitas, mengingat program kerja dengan S4C spesifikasinya dibidang pengolahan khususnya di Prodi Teknologi Industri Pangan dan Teknologi Rekayasa Pangan.

Dengan FGD ini salah satunya akan menghasilkan Detail Engineering Design (DED) sebagai modal untuk menaksanakan pekerjaan konstruksi. “Dengan input yang sudah melalui diskusi intensif dengan menghadirkan konsultan eksternal, DED Tefa yang diinginkan layak dan sesuai dengan standar industry”, Harapan Saiful Anwar.

Sementara perwakilan tim S4C menargetkan dengan FGD ini akan menghasilkan setidaknya 2 hal penting, yakni detail schedule (activity and outcome) dan revisi. “Pendanaan program S4C fokus pada aspek food processing dan hanya terkait dengan Prodi TRP dan TIP.

 

Keterangan foto :

Sidak TEFA : Direktur Polije Saiful Anwar, S.TP, MP bersama dengan Tim S4C dan Konsultan ketika Sidak Teaching Factory Pabrik Roti disela-sela FGD

Pengumuman Politeknik Negeri Jember

Tue
Apr
16
2019
Hasil Desk Evaluasi Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur PMDK-PN ...
Wed
Mar
13
2019
Berikut adalah daftar calon mahasiswa baru yang dinyatakan L...
Sat
Feb
23
2019