POLIJE KEMBANGKAN TEKNOLOGI BIOGAS

Digester fixed dome berpengaduk pada instalasi Biogas

Tipe digester yang banyak digunakan untuk membangun instalasi biogas adalah tipe : Fixed Dome dan Floating Drum yang secara fisik menggunakan bahan batu bata atau beton. Dengan mempertimbangkan aspek ekonomis, telah dikembangkan juga digester berbahan plastik LDPE yang dikenal dengan tipe Baloon Plant. Perkembangan berbagai tipe tersebut merupakan implikasi terhadap efektivitas dan efisiensi instalasi dari sejak pembuatan sampai dengan pemanfaatan/operasional instalasi. Menurut Ir. Anang Sutirtoadi, MP selaku Dosen Jurusan Peternakan yang sekaligus praktisi Biogas, beberapa persyaratan yang seharusnya menjadi pertimbangan dalam pembuatan instalasi biogas adalah : umur ekonomis, bahan-bahan lokal, konstruksi yang mampu menahan beban baik di dalam maupun di atas permukaan tanah, konstruksi yang menghasilkan kestabilan suhu bahan didalam reaktor biogas dapat terjamin, penghematan penggunaan lahan, operasional alat mudah dilakukan, perawatan relatif mudah dan murah.
Berdasar berbagai pengalaman yang telah dilakukan, beberapa tahun terakhir Politeknik Negeri Jember sebagai perguruan tinggi vokasional sebagai pusat teknologi terapan, telah mengembangkan instalasi biogas dengan digester tipe fixed dome berbahan fiberglass berbentuk tube dan dilengkapi dengan mixer pengaduk slurry. Bentuk dan bahan digester yang dibuat merupakan modifikasi yang bertujuan untuk mengeliminir beberapa kelemahan pada model fixed dome dan baloon plant. Sehingga tergabung beberapa efisiensi diantara kedua tipe tersebut seperti : awet, terlindung dari perubahan cuaca, murah, mudah dalam pembuatan dan perawatan, daya guna yang lebih lama. Sedangkan keberadaan mixer pengaduk merupakan solusi praktis dalam mengantisipasi berkurangnya produksi biogas yang dapat dimanfaatkan, “Kombinasi model digester berpengaduk tersebut mampu memaksimalkan level produksi biogas namun dengan operasional perawatan yang mudah dan murah serta menjamin limbah proses biogas akan dapat dimanfaatkan menjadi pupuk ramah lingkungan”, demikian penjelasan Pak Anang.

Keberadaan instalasi biogas yang telah berkembang di Indonesia masih banyak terkendala dengan aplikasi dilapang yang masih sulit diimplementasikan oleh petani, peternak dan masyarakat pemerhati biogas. Masyarakat pengguna biogas akan lebih adaptatif apabila rakitan teknologi yang digunakan dalam teknologi biogas dapat dengan mudah di operasionalkan, berbiaya relatif murah, dan berkelanjutan serta berdampak positif pada kesejahteraan dan lingkungan. Karena dengan optimal operasional, instalasi biogas akan mampu memberikan konversi energi dalam bentuk bahan bakar (biogas) dan penyediaan pupuk  bermutu tinggi yang ramah lingkungan.

Pengumuman Politeknik Negeri Jember

20 August 2014
Berikut adalah Jadwal Pengenalan Kegiatan Akademik...
13 August 2014
Politeknik Negeri Jember membuka pendaftaran Mahas...
07 July 2014
Berikut adalah Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru...
Fri
Jul
25
2014
Sehubungan dengan akan dimulainya kegiatan akademik semester...
Mon
Jun
30
2014
Thu
Jun
19
2014
UMPN MANDIRI 2014 merupakan mekanisme seleksi penerimaan mah...