SINERGI SUKSESKAN PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Kemitraan Polije dengan Bapemas Kabupaten Jember
Melimpahnya sumber daya alam Indonesia harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Dalam pemanfaatan segala potensi dan sumber daya yang dimiliki bangsa Indonesia dibutuhkan program, pembinaan dan pendampingan oleh segenap pemangku kepentingan agar program pemberdayaan masyarakat dapat berdaya guna dan berhasil guna serta berkelanjutan untuk meningkat taraf hidup masyarakat.

Melihat potensi dan sasaran program pemberdayaan masyarakat, diperlukan pemetaan dan sinergi antara peguruan tinggi, dunia usaha dan pemerintah. Politeknik Negeri Jember (Polije) sebagai perguruan tinggi vokasional dan pusat pengembangan teknologi terapan, peran dan sumbangsihnya sangat diperlukan ikut aktif berpartisipasi pada program pemberdayaan masyarakat. Memadukan peta potensi dan sasaran pemberdayaan masyarakat dengan potensi teknologi dan SDM antara Badan Pemberdayaan Masyarakat (BAPEMAS) Kabupaten Jember dengan Polije menjadi salah satu kunci program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Jember.

Membangun sinergi tersebut sebetulnya sudah dilakukan mulai beberapa tahun belakangan, akan tetapi untuk meningkatkan sinergi agar lebih maksimal dan komprehensif pada tahun 2013 dan mendatang, maka telah dilakukan Workshop Peningkatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan Kamis (7/2) di Gedung Asih Asah Asuh Polije. Sebagai narasumber Kepala BAPEMAS dan Wakil dari Dinas Perindag dan ESDM Kabupaten Jember. Drs. Edy B. Susilo, M.Si memaparkan peta dan sasaran serta Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang sudah dilakukan maupun program 2013 di Kabupaten Jember. “kami sangat respek dan siap bekerja sama dengan Polije melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat serta mengingat potensi Polije sebagai pusat teknologi tepat guna, saya mengajak untuk ikut mewarnai PNPM” papar Edy B. Susilo. Narasumber lain Ir. Sugiatno, MP dari Disperindag dan ESDM Kabupaten Jember mengupas perlunya membangun sinergi penerapan Ipteks bagi Masyarakat di Kabupaten Jember. “ada beberapa kendala pada implementasi penerapan Ipteks, antara lain sistem insentif, kualitas SDM dan fasilitas yang belum kondusif, perlunya sinergi antara PT, pemerintah dan dunia usaha serta perlunya institusi inovasi dan sistem litbang yang berbasis market dan kemanfaatannya”, demikian tutur Sugiatno.

Menurut Direktur Polije Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM, Polije menyambut baik rencana peningkatan sinergi dengan Bapemas Kabupaten Jember dalam menyukseskan PNPM. “ajakan tersebut sangat tepat karena disampaikan pada workshop peningkatan Pengabdian kepada Masyarakat yang pesertanya mayoritas pengabdi pemula, sehingga akan disusun proposal program pemberdayaan masyarakat khususnya dalam implementasi teknologi terapan”, papar Nanang Dwi Wahyono. Direktur Polije juga mengajak kepada peserta workshop untuk lebih intensif menyusun proposal pengabdian, mengingat Polije pernah menorehkan prestasi yang membanggakan menjadi 3 PT di Indonesia yang produktif dibidang pengabdian baik dari aspek kuantitas maupun kualitas. Pada kesempatan ini juga disepakati rencana kerjasama dengan Bapemas dalam penyelenggaraan lomba teknologi tepat guna yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat sebagai peserta serta berkriteria sebagai teknologi tepat guna yang dibutuhkan masyarakat, ramah lingkungan, mudah dimanfaatkan dan dipelihara serta mempunyai nilai ekonomis.

Keterangan Foto :

Sinergikan Pengabdian-PNPM : Drs. Edy B Susilo, M.Si presentasikan Peta Potensi dan Sasaran Pengabdian kepada Masyarakat Kabupaten Jember di Polije

Pengumuman Politeknik Negeri Jember

25 July 2014
Sehubungan dengan akan dimulainya kegiatan akademi...
07 July 2014
Berikut adalah Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru...
19 June 2014
UMPN MANDIRI 2014 merupakan mekanisme seleksi pene...
Fri
May
30
2014
Pengumuman seleksi penerimaan mahasiswa baru Politeknik Nege...
Fri
May
09
2014
  Ujian Masuk Politeknik Negeri se Indonesia (UMPN) UMPN ...