BAHAS PENGARUH BAHASA LOKAL TERHADAP BAHASA INGGRIS

Melalui Workshop Multilingualism di Polije
Perkembangan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa intenasional, pada prakteknya banyak dipengaruhi oleh bahasa lokal bangsa-bangsa dalam pengucapannya.
Dinamika tersebut Rabu (2/11) yang lalu menjadi bahasan utama sejumlah Dosen dari Program Studi Bahasa Inggris Jurusan Bahasa, Komunikasi dan Pariwisata (BKP) Politeknik Negeri Jember (Polije) dan beberapa Dosen Bahasa Inggris perwakilan dari Universitas Jember dan Universitas Muhammadiyah Jember dalam sebuah workshop dengan tema Multilingualism and Its Implication to the English Language Teaching in the Higher Education in Asia.
Workshop yang diselenggarakan di Gedung Asih Asah Asuh tersebut menghadirkan narasumber Dr. Tupas Topsie Ruanni Fernandez, Research and Lecturer at The National Institute of Education dari Nanyang Technological University of Singapore.
Menurut Ketua Jurusan BKP Siti Aisyah, S.Pd, M.Pd, penggunaan bahasa Inggris dalam komunikasi internasional, mengakomodir penggunaan gaya bahaya lokal atau bahasa nasional masing-masing bangsa. “Penggunaan bahasa Inggris dalam komunikasi antar bangsa sangat dipengaruhi oleh karakteristik lokal”, demikian tandas Siti Aisyah.
Dalam workshop tersebut dibahas mengenai pendekatan multi bahasa dalam pengajaran bahasa Inggris. Perkembangan bahasa Inggris di Indonesia sangat dipengaruhi oleh bahasa lokal, seperti bahasa Jawa, Madura, dan Indonesia.
Menurut Siti Aisyah penerapan bahasa Inggris di negara lain juga terpengaruh bahasa lokal, yang tidak sama dengan logat atau aksen American Style dan British Style, dan hal itu sah-sah saja dan bisa diterima. "Kareana bahasa hanya alat komunikasi, yang penting bisa dipahami". kata Siti Aisyah.
Percakapan bahasa yang selama ini pemakaiannya tercampur dengan bahasa lokal sehingga bisa mengakomoadasi bahasa local dalam memperkaya kosa kata dan dapat meningkatkan keluwesan dalam komunikasi internasional. "Workshop ini juga membahas bagaimana cara dosen menyikapi hal tersebut," terangnya.
Selain itu, para peserta workshop juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan melakukan penelitian dibidang bahasa inggris. Kemudian, menulis untuk publikasi agar bisa meningkatkan profesionalisme. Diakuinya, bahasa Inggris sudah menjadi bahasa internasional yang harus dikuasai, karena komunikasi warga negara sudah lintas negara, yakni dengan warga asing. Apalagi bagi dosen, harus memahami. hal itu bisa diterapkan dalam kelas dengan memadukan kekuatan bahasa lokal dan bahasa asing. karena setiap daerah memiliki budaya masing-masing. "Tentu Aksennya juga berbeda," Tandasnya

Keterangan foto :
Pengaruh Bahasa Lokal : Dr. Tupas Topsie Ruanni Fernandez, Research and Lecturer at The National Institute of Education dari Nanyang Technological University of Singaporeketika menjadi Narasumber Wokshop Multilingualism di Gedung Asih Asah Asuh Polije

Pengumuman Politeknik Negeri Jember

11 October 2017
Perpanjangan Pendaftaran AITEC 2017  
09 October 2017
Informasi Terkait Kartu Ujian dan Jadwal Seleksi K...
Mon
Aug
21
2017
Berikut adalah jadwal pelaksanaan kegiatan Pengenalan Kehidu...
Thu
Aug
17
2017
Persyaratan yang harus dipenuhi dan dilaksanakan sebagai ber...
Fri
Jul
28
2017
Fri
Jul
21
2017
Persyaratan yang harus dipenuhi dan dilaksanakan sebagai ber...