11 DOSEN POLIJE IKUTI PROGRAM BEASISWA RETOOLING

Di Belanda, Austria dan Kanada
Pengembangan kompetensi Dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) menjadi bagian penting penguatan proses pembelajaran dalam perguruan tinggi vokasi, agar menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing, sinergi untuk menopang kebutuhan dunia industri yang semakin meningkat.
Polije telah meloloskan 11 Dosennya untuk mengikuti program Retooling, yang akan dilaksanakan di Belanda, Austria dan Kanada. Program Beasiswa Retooling merupakan program pelatihan peningkatan Kompetensi Vokasi Dosen Pendidikan Tinggi Vokasi Tahun 2017, untuk membantu peningkatan kualitas dan kapabilitas dosen sebagai salah satu elemen penting dalam pengembangan lembaga perguruan tinggi.
Program beasiswa retooling merupakan kegiatan pelatihan non gelar melalui kerjasama antara Direktorat Pengembangan Kelembagaan Perguruan Tinggi, Ditjen Kelembagaan, Iptek, dan Pendidikan Tinggi dengan Perguruan Tinggi dan partner industrinya sebagai penyelenggara pelatihan.
Demikian dijelas Dwi Rahmawati, SP, MP salah satu tim pengelola program Revitalisasi Polije. “Program beasiswa Retooling untuk mewujudkan pendidikan tinggi vokasi yang link and match dengan kebutuhan dunia usaha dan industri”, ujarnya.
Program Retooling yang di Belanda diikuti 9 Dosen dan seorang Dosen di Kanada untuk spesifikasi bidang Farming Food Processing dan Agriculture food processing, sedangkan dan seorang Dosen juga di Austria untuk bidang energi.
Bidang kompetensi Farming Food Processing akan mempelajari Food Chain, Entrepreneur-ship on animal husbandry, Poultry, production and animal health, Dairy Production, Food Safety, Management, Animal Health and welfare, dilakukan dalam 8 minggu. Sedangkan pada bidang Agriculture food processing, meliputi sub bidang Food chain, agri entrepreneurship, production farming health; Agri Production and Agri food Safety Management dan juga dilaksanakan dalam 8 minggu.
Menurut Direktur Polije Dr. Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM, program beasiswa Retooling menjadi bagian dari program revitalisasi terhadap 12 Politeknik Negeri di Indonesia termasuk didalamnya Polije, yang dilakukan oleh Kemenristedikti. “Dengan program revitalisasi Kemenristekdkti menginisiasi dan memfasilitasi peningkatan kwalitas dan kapasitas Politeknik, agar bisa menghasilkan karya unggul dan lulusan yang berdaya saing, untuk menunjang percepatan pembangunan”, tandasnya.
Menurut dia, setelah program beasiswa retooling selesai, ketrampilan peserta retooling yang tersertifikasi di negara mitra masing-masing, dapat bermanfaat menjadi pemacu penerapan kurikulum berbasis industri maupun operasionalisasi Pusat Unggulan Teknologi (PUT) khusus dalam bidang pengawasn dan pengemasan.
Operasionalisasi PUT di Polije, selaras dengan keinginan Kemenristekdikti agar Jember menjadi pusat industri Kakao atau Coklat. “Kemenristekdikti mengharapkan Polije menjadi pelopor Industri Coklat di Indonesia”, papar Nanang.
Rencana pengembangan industri ini akan bermanfaat untuk peningkatan kwalitas praktikum, khusus dalam penerapan kurikulum berbasis produk.

Keterangan foto :

Berbasis Produk : Direktur Polije Dr. Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM bersama pimpinan, saat berdiskusi dengan delagasi Swiss Contact Bahas Peluang Pengembangan In

Pengumuman Politeknik Negeri Jember

Mon
Aug
21
2017
Berikut adalah jadwal pelaksanaan kegiatan Pengenalan Kehidu...
Thu
Aug
17
2017
Persyaratan yang harus dipenuhi dan dilaksanakan sebagai ber...
Fri
Jul
28
2017
Fri
Jul
21
2017
Persyaratan yang harus dipenuhi dan dilaksanakan sebagai ber...