POLIJE LAYAK MENJADI UNIVERSITAS SAINS TERAPAN

Refleksi Dies Natalis ke 29 Polije
Dies Natalis ke 29 Politeknik Negeri Jember (Polije) yang bertepatan pada Minggu (29/10) kemarin diperingati dengan acara hidmat dengan menyelenggarakan Tasyakuran yang dilaksanakan di Gelanggang Olahraga (GOR) Perjuangan 45. Tasyakuran yang dihadiri segenap pegawai dan fungsionaris mahasiswa tersebut mengambil tema 29 tahun Berkarya untuk Bangsa.
Dalam sambutannya Direktur Polije Dr. Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM menyampaikan terima kasih atas kerjasama, kerja keras dan prestasi yang telah ditorehkan oleh segenap sivitas akademika sehingga Polije telah mendapatkan pengakuan dari masyarakat dan Kemenristekdikti, sehingga pada tahun 2017 Polije termasuk Politeknik Klaster 1.
“Prestasi dan capaian Polije saat ini merupakan kerjasama dan kerja keras segenap sivitas akademika dalam mensinergikan energi dan potensi, momentum manfaatkan peluang dan tantangan dalam mewujudkan visi Polije menjadi Politeknik terkemuka tingkat Asia pada tahun 2025”, tandasnya.
Menurut dia, capaian yang telah dicapai Polije dalam berbagai aspek, peluang dan tantangan dimasa mendatang yang memerlukan sinergi, membuka peluang Polije untuk meningkatkan stratanya menjadi Universitas Sains Terapan.
Polije saat ini, telah berkembang pesat dari 3 Jurusan dan 5 Program Studi (prodi) pada saat berdiri ditahun 1988, sekarang telah mempunyai 8 Jurusan dan 20 prodi untuk jenjang Diploma 3 dan Diploma 4 (Sarjana Terapan) serta program Pascasarjana, bahkan sudah mendapatkan persetujuan 2 prodi baru lagi yang akan mulai operasional tahun depan yaitu prodi Teknologi Rekayasa Pangan dan Destinasi Pariwisata semua dengan jenjang Diploma 4 (Sarjana Terapan), disamping pembukaan kampus Bondowoso mulai tahun ini.
“Politeknik sebagai perguruan tinggi vokasi, menjadi PT yang sangat cocok dengan meningkatkan kebutuhan SDM trampil dan kompetitif berkaitan dengan industrialisasi berkaitan dengan bonus demografi”, tandas Nanang Dwi Wahyono.
Sebagaimana yang telah dilakukan oleh beberapa negara yang lebih maju dalam bidang ekonomi, seperti Austria, Jerman, Taiwan, Tiongkok dan lain sebagainya, jumlah PT vokasinya lebih banyak dari PT akademik. “Mereka telah menyiapkan kebutuhan tenaga terampil untuk melakukan akselerasi indutrialisasi melalui lulusan PT vokasi”, imbuhnya.
Dalam Dies Natalis kemarin ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur, Wadir Bidang Umum dan Keuangan serta Wadir Bidang Kemahasiswaan yang bergiliran diserahkan kepada pegawai yang sudah purna tugas, kepada perwakilan Pimpinan pendahulu yang diwakili oleh Ibu Soetrisno Widjaja selaku Direktur periode 1988-1996 serta kepada perwakilan mahasiswa.
Dalam kesempatan tasyakuran tersebut yang juga dihadiri oleh Dr. KH. Abdulloh Syamsul Arifin, M.HI atau Gus Aab sebagai penceramah, disampaikan hakikat syukur adalah menggunakan segenap potensi untuk kemaslahatan sesama baik internal sivitas akademika maupun masyarakat, bangsa dan negara.
“Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar PT menjadi baik, yaitu : keikhlasan niat pengelolanya, terjadi harmonisasi sosial antara pemimpin dengan semua unsur yang terkait, peningkatan SDM yang memadai serta produk unggulan yang bermanfaat bagi masyarakat”, ujar Gus Aab.

Keterangan foto :
29 Tahun Polije : Direktur Polije Dr. Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM di dampingi Wadir Bidang Umum dan Keuangan serta Wadir Bidang Kemahasiswaan ketika Memberikan Cinderamata kepada Pegawai yang Purna Tugas dalam Acara Tasyakuran Dies Natalis.

Pengumuman Politeknik Negeri Jember

Mon
Aug
21
2017
Berikut adalah jadwal pelaksanaan kegiatan Pengenalan Kehidu...
Thu
Aug
17
2017
Persyaratan yang harus dipenuhi dan dilaksanakan sebagai ber...
Fri
Jul
28
2017
Fri
Jul
21
2017
Persyaratan yang harus dipenuhi dan dilaksanakan sebagai ber...