POLIJE DAMPINGI PROGRAM REVITALISASI SMK

Sebanyak 11 SMK di Jatim dan Jabar
Tenaga kerja yang berdaya saing dan terampil salah satu di antaranya dilahirkan dari pendidikan dan pelatihan vokasi yang bermutu dan relevan dengan tuntutan dunia usaha dan industri (DUDI) yang terus menerus berkembang. Program Revitalisasi SMK sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 akan fokus pada reorientasi pendidikan dan pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan.
Politeknik Negeri Jember (Polije) sebagai perguruan tinggi vokasi unggulan, telah ditunjuk menjadi pembina dan pendampingan SMK peserta program revitalisasi khusus dalam aspek penyusunan kurikulum dan pengembangan manajemen untuk meningkatkan produktivitas dan berdaya saing, melalui program SMK dengan masa studi selama 4 tahun.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pada Selasa (28/11) bertempat di ruang sidang Gedung Asih Asah Asuh telah ditanda tangani nota kesepahaman (MoU) antara Direktur Polije Dr. Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM dengan 10 Kepala SMK yang berasal dari Jawa Timur dan 1 Kepala SMK dari Banjarnegara Jawa Tengah.
Menurut Nanang Dwi Wahyono, keterlibatan dan peran Polije dalam program revitalisasi SMK ini sangat linier, mengingat Polije dan SMK sama lebih menitikberatkan pada aspek ketrampilan dan kompetensi. “Program ini sangat strategis, pembinaan yang sangat tepat karena Polije sebagai PTN Vokasi dengan pengalaman yang sangat menunjang serta menjadi pendidikan tinggi lanjutan yang tepat manakala lulusan SMK berminat melanjutkan”, ujarnya.
Kesepuluh SMK di Jawa Timur yang menandatangani MoU meliputi : SMKN Tekung Lumajang, SMKN 1 Bangil, SMKN 3 Madiun, SMKN 1 Kediri, SMKN 1 Pasuruan, SMKN 1 Purwosari, SMKN 1 Pakisaji Malang, SMKN 1 Kertosono, SMKN 1 Malang dan SMKN 1 Probolinggo.
Pada kesempatan tersebut pihak Kepala Sekolah menyampaikan berbagai keluhan khususnya berkaitan posisi dan pandangan masyarakat terhadap program SMK 4 tahun. Sebagian masyarakat memandang, siswa yang menempuh program 4 tahun, masih dianggap belum lulus padahal teman-temannya yang menempuh program 3 tahun sudah lulus. Disampng itu juga penghargaan perusahaan terhadap lulusan SMK 3 dan 4 tahun dianggap sama baik dari aspek jenjang pekerjaannya maupun penghasilannya.
“Kami berharap Polije berkenan menjembatani segala permasalahan program revitalisasi SMK ini ke Kemendikbud serta Polije berkenan memberi kesempatan khusus kepada lulusan SMK program 4 tahun melanjutkan ke Polije dengan program khusus”, ujar Ridwan mewakili peserta.
Selanjutnya Nanang Dwi Wahyono menambahkan, program revitalisasi ini harus dijawab dengan meningkatkan kwalitas proses pembelajaran dan kompetensi lulusan agar mampu meyakinkan dunia industri tentang perbedaan kompetensi dan pengalaman lulusan SMK 4 tahun, sehingga mendapatkan pengakuan baik dari jenjang karir maupun standar penggajiannya.
“Kami akan berusaha menjembatani dengan Kemendikbud serta akan menyampaikan ke Ditjen Belmawa, berkaitan dengan peluang melalui program khusus untuk studi lanjut bagi lulusan SMK 4 tahun ke Polije.
SMK peserta revitalisasi ini didorong melakukan perubahan yang meliputi pengembangan dan penyelarasan kurikulum dengan dunia usaha dan industri, inovasi pembelajaran yang mendorong keterampilan, pemenuhan dan peningkatan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan, standarisasi sarana dan prasarana utama, pemutakhiran program kerja sama industri, pengelolaan dan penataan lembaga serta peningkatan akses sertifikasi kompetensi.

Keterangan foto :
Dampingi Revitalisasi SMK : Direktur Polije Dr. Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM Menandatangani MoU dengan salah satu Kepala SMK di saksikan Wadir Bidang Akademik dan Wadir Bidang Umum dan Keuangan

Pengumuman Politeknik Negeri Jember