MAHASISWA POLIJE ASAL CHINA TRAMPIL NARI

Untuk kesekian kalinya mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) program student exchange asal Jiangsu Agri-Husbandary Vocational Collegee (JAHVC) Tiongkok, unjuk budaya dengan menari tari kreasi Indonesia yaitu Tari Lenggang Pergaulan.  Mereka adalah Yang Yang dan Wang Xiang Gang, dua orang mahasiswa JAHVC yang bergabung dengan 5 mahasiswa lainnya dan 2 diantaranya adalah mahasiswa asal Papua,  mampu memukau para wisudawan, tamu undangan dan orangtua wisudawan pada prosesi wisuda ke 31. Unjuk budaya tersebut mendapat apresiasi dengan bertepuk tangan sangat meriah atas kesediaan dan kesuksesan tari yang baru dipelajari bberapa kali pertemuan sebelum tampil.
Pengenalan budaya Indonesia menjadi bagian penting dari Mata Kuliah Bahasa Indonesia. Pembelajaran bahasa Indonesia ditempuh melalui 16 tatap muka, yang bertujuan disamping mengenalkan bahasa Indonesia itu sendiri, juga agar bermanfaat bagi mahasiswa yang bersangkutan pada transisi dalam kehidupan di kampus serta proses pembelajaran. Sedangkan belajar budaya dilakukan dengan berlatih tari tradisional dan kearifan lokal antara lain Pencak Silat sebagai olahraga tadisional asli Indonesia.
Menurut Yang Yang, pada awal latihan dan dikenalkan tari kreasi Lenggang Pergaulan, dia merasa kesulitan memahami dan mengikuti gerakan demi gerakan. “Tari Lenggang Pergaulan mempunyai tingkat gerakan yang sangat sulit saya pelajari dan ikuti”, ujarnya ketika dijelaskan oleh pendamping.
Akan tetapi karena dinamika dan keindahan tari tersebut yang memotivasi keduanya untuk lebih semangat mempelajari dan berlatih.
“Meski hanya dengan latihan selama sebulan, kedua mahasiswa Jiangsu tersebut mampu menampilkan Tari Lenggang Pergaulan yang mampu memukau seisi GOR Perjuangan 45 Polije, hal ini dibuktikan dengan sambutan meriah selepas suguhan Tari usai”, tutur Muh Munih. Dian Widianta, S.Kom, MT Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan.
Menurut Muh. Munih sudah menjadi agenda rutin, Polije selalu menampilkan kemampuan tari tradisional mahasiswa program students exchange di even Wisuda. “Pada prosesi Wisuda tahun sebelum, Polije menampilkan mahasiswa student exchange dari Jiangsu akan tetapi dengan Tari Gambyong”, imbuh Muh Munih
Menurut Direktur Polije Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM, penampilan mahasiswa asing dalam menyuguhkan Tari Tradisional, menjadi bagian penting dari mata kuliah bahasa dan budaya Indonesia yang harus ditempuh. Belajar bahasa dan budaya Indonesia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program Students Exchange antara Polije dan Jiangsu Collage, disamping proses perkuliahan dan praktikum.
“Dengan belajar budaya Indonesia, dapat menjadi bekal mereka menceritakan pengalaman akan khasanah budaya luhur Indonesia yang sangat beragam,  serta bermanfaat sebagai bentuk promosi bangsa Indonesia ketika mereka kembali keTiongkok”, ujar Nanang Dwi Wahyono.

Keterangan foto :
Luwes Menari : Mahasiswa Jiangsu Agri-Animal Husbandary Vocational Collage  Tiongkok (paling belakang) bersama mahasiswa Polije, trampil mempersembahkan Tari Lenggang Pergaulan pada Prosesi Wisuda ke 31 Polije di GOR Perjuangan 45.

Pengumuman Politeknik Negeri Jember