POLIJE SIAPKAN PROGRAM PEMBELAJARAN SISTEM DARING

Tantangan saat ini yang dihadapi oleh perguruan tinggi dalam menyongsong era industri 4.0, salah satunya adalah berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi untuk menunjang optimalisasi sistem pembelajaran. Sehingga mahasiswa dapat berfikir lebih kritis, kreatif, dan mampu berkomunikasi dengan baik sehingga memperluas wawasan dan kompetensi lulusan kelak.
Penyelenggaran sistem pembelajaran sistem daring atau yang lebih dikenal dengan program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) menjadi salah satu solusi efektif meningkatkan kwalitas SDM dan Angka Partisipasi Kasar (APK) dengan memanfaatkan teknologi informasi. PJJ adalah sistem pembelajaran yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya. PJJ menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi informasi dan komunikasi, serta media lain.
Demikian dipaparkan oleh Direktur Politeknik Negeri Jember (Polije) Dr. Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM ketika memberikan sambutan sebelum penandatangan Naskah Kesepahaman (MoU) antara Polije dan Universitas Terbuka Jakarta. Acara yang dilaksanakan Selasa (17/4) kemarin di Ruang Sidang Gedung Asih Asah Asuh lantai 3, dihadiri juga Wakil Rektor IV Universitas Terbuka (UT) Jakarta, Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan, Wakil Direktur Bidang Kerjasama, Ketua UPBJJ UT Jember, para Ketua Jurusan dan pimpinan terkait dilingkungan Polije.
“Cyber University sudah kami angan-ngankan sejak awal menjabat sebagai Direktur Polije. Dalam waktu terlalu lama Polije segera menyiapkan sistem untuk mewujudkannya”, demikian ujarnya. Menurut dia, PJJ merupakan sarana agar mempersatukan kekuatan untuk bersama membangun pendidikan yang berkualitas bagi mahasiswa sendiri.
Bagi Polije program PJJ sangat strategis, karena sampai saat ini sudah mempunyai Program Studi diluar Domisili (PDD) tersebar di wilayah strategis, seperti, Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Utara, Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara, serta kerjasama yang telah dijalin dengan Kabupaten Landak dan Ketapang di Provinsi Kalimantan Barat dan beberapa Kabupaten lainnya. “Kelak dengan sistem pembelajaran daring, akan mengefektifkan mobilitas Dosen dalam melaksanakan Tri Dharma dan akan menghasilkan kwalitas pendidikan yang lebih baik”, tutur Nanang Dwi Wahyono.
Dalam sambutannya Warek IV UT Jakarta Drs. Mochammad Muzammil, MM, sangat berharap kontribusi Polije dalam pengembangan sistem pendidikan dan membantukan tenaga ahli untuk menulis modul untuk pembelajaran UT, perkembangan bidang studi yang semakin luas. “Dalam era daring, UT sudah mempunyai pengalaman cukup panjang sebagai penyelenggara sistem pendidikan jarak jauh atau daring”, terangnya.
“Program PJJ juga akan mampu menjembatani keberagaman budaya dan geografi dalam menjaga keutuhan dan merawat negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”, imbuh Nanang Dwi Wahyono.
Manfaat program PJJ dapat memperluas akses pendidikan dengan memanfaatkan teknologi informasi meskipun pendidik dan peserta didik terpisah secara geografis. Dengan keberagaman media materi ajar yang dapat diakses kapan saja dan dari mana saja serta aktivitas belajar disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik.

Keterangan foto :
UT Gandeng Polije : Direktur Polije Dr. Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM dan Warek IV UT Jakarta Drs. Moch. Muzammil, MM ketika Menandatangani MoU, disaksikan oleh Wadir II dan IV Polije serta Ketua UPBJJ Jember.

Pengumuman Politeknik Negeri Jember

13 November 2018
Persyaratan Registrasi (Daftar Ulang) On-Line Calo...
05 November 2018
PESERTA LOLOS SELEKSI ADMINSITRASI CPNS POLIJE 201...
17 September 2018
FORMULIR PERSYARATAN SILAHKAN DIUNDUH DIBAWAH IN...
Mon
Oct
08
2018
Bagi peserta Ujian Sertifikasi Microsoft 2018, sertifikat da...
Thu
Sep
27
2018
TATA TERTIB PELAKSANAAN TEST TOEIP 6-7 OKT 2018 DAN DAFTAR P...
Tue
Sep
25
2018
Bersama dengan ini disampaikan dengan hormat Informasi, Taha...