POLIJE SIAP KEMBANGKAN PRODUKSI KOPI NUSANTARA

Galang Kerjasama dan Buka Prodi Pengolahan Kopi
Sesuai dengan arahan dan tantangan Presiden Joko Widodo kepada perguruan tinggi yang disampaikan mulai tahun lalu, diharapkan perguruan tinggi program studi kekinian atau yang sesuai dengan kebutuhan terutama di era milenial. Salah satu produk unggulan di Indonesia yang telah mendunia adalah Kopi. Karena produksi Kopi di Indonesia termasuk yang terbaik di dunia, apalagi hampir tiap daerah diseluruh nusantara mempunyai spesifikasi Kopi dengan kekhasan rasa yang berbeda-beda.
Demikian dituturkan Direktur Politeknik Negeri Jember (Polije) Dr. Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM ketika memberi sambutan pada penandatangan nota kesepahaman antara Polije, Asosiasi Petani Kopi Indonesia (Apeki) dan Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) Maju Mapan Rabu (14/11) di Pondok Pesantren Al Hasan Kemiri Jember.
“Kerjasama pengembangan Kopi telah lama dilaksanakan Polije untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas Kopi khusus di Jember”, ujarnya. Kerjasama dimasa mendatang meliputi proses budidaya dan produksi di sektor hulu, sampaikan sektor hilir pada prosesing pasaca panen.
Menurut dia, diharapkan petani Kopi juga mulai meikirkan aspek pasca panen dengan mengolah Kopi menjadi Kopi Bubuk yang tentunya akan meningkatkan nilai ekonomisnya, yang pada muaranya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani Kopi.
“Harga butiran Kopi ditingkat petani kalau dibandingkan dengan harga minuman Kopi di Cafe atau restoran, sangat jauh”, tandas Nanang Dwi Wahyono.
Kerjasama yang dilakukan dengan Apeki dan kelompok tani Kopi, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kopi agar bisa dikenal ditingkat nasional serta internasional. Polije berperan sebagai institusi yang mengembangkan produk kopi disektor outfarmnya, yang mengarah pada pengembangan pasar Kopi dan menghasilkan Barista atau peracik Kopi handal.
Langkah-langkahnya dilakukan melalui pelatihan-pelatihan dan penelitian yang berkelanjutan, baik yang telah, sedang dan akan dilakukan bersama-sama dengan Gapoktan. Selaras dengan hal tersebut, Polije juga tengah menyiapkan naskah akademik dalam waktu singkat akan membuka Program Studi (prodi) baru Teknologi Pengelolaan Kopi. “Prodi baru ini diharapkan menjadi akselerasi yang menjembatani dalam peningkatan kuantitas dan kualitas Kopi di Indonesia”.
Menurut Ketua Gapoktan Maju Mapan KH. Misbah Choiri Ali, dalam festival Kopi di Perancis belum lama ini, Kopi dari Indonesia termasuk 10 Kopi terbaik di dunia, mampu mengalahkan Kopi dari Brazil dan lain sebagainya. “Dalam aspek pasar internasional Kopi nusantara mampu bersaing dan termasuk 10 besar Kopi terbaik di dunia”, ujarnya.
Menurut dia, peran Polije melalui penelitian dan pengabdian sudah banyak dirasakan oleh para petani Kopi yang tergabung di Gapoktan Maju Mapan sejak beberapa tahun silam. Kemitraan yang saling menguntungkan akan terus dilaksanakan untuk meningkatkan potensi Kopi.

Keterangan foto :
Siapkan Prodi Kopi : Direktur Polije Dr. Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM bersama Ketua Gapoktan Maju Mapan KH. Misbah Choiri Ali didampingi Para Wakil Direktur dan Ketua Bakerma seusai Penandatanganan MoU

Pengumuman Politeknik Negeri Jember

04 December 2018
Program Lintas Jenjang (PLJ) merupakan jalur pen...
04 December 2018
Penelusuran Minat dan Kemampuan Prestasi Akademi...
Mon
Oct
08
2018
Bagi peserta Ujian Sertifikasi Microsoft 2018, sertifikat da...
Thu
Sep
27
2018
TATA TERTIB PELAKSANAAN TEST TOEIP 6-7 OKT 2018 DAN DAFTAR P...
Tue
Sep
25
2018
Bersama dengan ini disampaikan dengan hormat Informasi, Taha...