DELEGASI POLIJE IKUTI PROGRAM SAKURA SCIENCE PLAN DI JEPANG

Akselerasi pencapaian visi Politeknik Negeri Jember (Polije) sebagai Politeknik Unggul di Asia pada Tahun 2035, tahap demi tahap mulai menampakkan hasilnya. Kemitraan dalam bidang student exchange, dual degree, lecturer exchange, join riset mulai dengan beberapa perguruan tinggi di China, Korea, Thailand, Malaysia dan Jepang sebagai bukti capaian dalam mewujudkan Polije menuju world class university.

Capaian yang paling kini, ketika 3 orang Dosen Polije yang terdiri dari Dr. Titik Budiati, S.TP., MT., M.Sc. (Jurusan Teknologi Pertanian), Putri Santika, S.ST., M.Sc. dan Refa Firgiyanto, SP., M.Si. (Jurusan Produksi Pertanian) mendapatkan undangan khusus dari Assoc. Prof. Toshinari Maeda (Kyushu Institute of Technology, Jepang) untuk mengikuti Sakura Science Plan Program yang dibiayai oleh the Japan Science and Technology pada tanggal 13-19 Januari 2020 lalu di kampus Wakamatsu dan kampus Tobata, Kyushu Institute of Technology, Kitakyushu, Jepang.

Menurut Titik Budiati, koordinator delegasi ke Jepang mengatakan, delegasi Polije tersebut berkesempatan untuk bertemu dengan  beberapa pakar di berbagai bidang yaitu bioteknologi, pengemasan, pengobatan dan advanced material membahas berbagai topik termasuk latar belakang penelitian yang dilakukan, bagaimana para peneliti tersebut menjadi tertarik pada bidang penelitian mereka saat ini, serta tema penelitian mereka saat ini. “Kami bertiga diundang khusus untuk mengikuti  Sakura Science Plan Program yang dibiayai oleh the Japan Science and Technology di kampus Wakamatsu dan kampus Tobata, Kyushu Institute of Technology, Kitakyushu, Jepang”, tandanya.

Menurutnya, manfaat yang didapatkan melalui program tersebut adalah selain peserta dapat belajar tentang konten yang diperlukan untuk pengembangan hasil penelitian di masa depan dan belajar tentang motivasi di balik penelitian.

Program ini merupakan program untuk memperkenalkan sains dan teknologi mutakhir Jepang kepada para peneliti muda yang berbakat untuk dapat mengembangkan sains dan teknologi di negara asalnya.

“Dalam Sakura Science Plan Program, para peserta diberikan materi tentang Miseq system, kunjungan laboratorium dan kunjungan pabrik yang membawa konsep teknologi terkini”, terang Titik Budiati.

Masih menurut Titik Budiati melalui program ini memungkinkan interaksi keberlanjutan antara Indonesia dan Jepang melalui kegiatan joint research, joint publication, program sandwich atau program studi lanjut untuk dosen yang sedang menempuh studi lanjut ke jenjang PhD, student exchange dan culture exchange. Pada kesempatan ini, Prof. Tsuyoshi Hanamoto, Dean The Graduate School of Life Science and Systems Engineering Kyutech menyampaikan kemungkinan terjalinnya kerjasama antara Kyushu Institute of Technology dengan Polije.

Dengan bertukar ide di bidang sains dan teknologi di antara peserta Sakura Science Plan Program, peserta dapat memperkuat hubungan yang baik antara Indonesia dan Jepang; mempromosikan globalisasi lembaga pendidikan dan penelitian di Indonesia dan Jepang,  mendukung pengembangan orang-orang berbakat yang memiliki potensi untuk berkontribusi pada inovasi dalam sains dan teknologi di Indonesia dan Jepang; dan mendukung interaksi berkelanjutan antara Indonesia dan Jepang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.