DIGANDENG KEMENTAN KEMBANGKAN SDM DAN INOVASI JERUK

Melalui Penandatanganan MoU dengan Balitjastro

Keterangan foto :
Kembangkan SDM dan Inovasi Jeruk : Polije satu-satunya PTN yang digandeng Kerjasama oleh Puslitbanghorti melalui Balitjastro untuk Bermitra Mengembangkan SDM dan Inovasi di Bidang Jeruk

Di situasi pandemi Covid-19 bukan halangan untuk Polije terus melakukan aktivitas untuk sivitas akademika. Sebagaimana yang telah dilakukan pada beberapa hari lalu, Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) dan Pusat Penelitian serta Pengembangan Hortikurtura (Puslitbanghorti) melakukan penandatanganan kerjasama secara daring melalui video conference (vicon).

Vicon yang dipimpin oleh Rudi Hartono Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Penelitian (KSPHP) Puslitbanghorti tersebut, diikuti oleh Pimpinan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di bawah koordinasi Puslitbanghorti, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Jawa Tengah, PT. Semen Indonesia (Persero), CV Samudera Agro, Balittas, BPTP Riau, dan Politeknik Negeri Jember.

Menurut Direktur Polije Saiful Anwar, S.TP, MP, lingkup kerjasama yang dituangkan dalam naskah kerjasama antara Polije dengan Balijestro dalam aspek pengembangan sumber daya manusia dan inovasi jeruk.

“Polije menjadi satu-satunya PTN yang digandeng kerjasama oleh Puslitbanghorti dengan beberapa institusi baik pengusaha Jeruk, BUMN dan institusi lainnya”, terangnya. Menurutnya, kerjasama yang ditanda tangani ini dilatarbelakangi kerjasama yang telah dilakukan sebelumnya di tahun 2017-2019 lalu.

Ruang lingkup kerja sama dengan Polije ini meliputi : 1) Penyediaan narasumber, dalam kegiatan pelatihan pendidikan untuk meningkatkan kompetensi kerja dan kompetensi teknis bagi mahasiswa dan SDM Polije di sektor pertanian jeruk, 2) riset pertanian jeruk di bidang teknologi perbenihan, teknologi produksi (on farm), teknologi penanganan pascapanen dan pengolahan hasil serta agribisnis dan pemasaran, 3) penggunaan laboratorium untuk praktikum dan penelitian oleh mahasiswa dan Dosen, 4) Praktik Kerja Lapangan mahasiswa Polije di Taman Sains Pertanian (TSP) jeruk dan penyediaan SDM pembimbing lapangan, 5) Penyusunan naskah karya tulis ilmiah dan paparan ilmiah dari data yang diperoleh selama kegiatan riset pertanian jeruk, 6) Penyediaan tenaga pendamping dalam kegiatan pembangunan dan pengembangan JEJU TECHNO PARK (Taman Teknologi Jeruk Polije), serta 7) Penyediaan Wahana Inkubasi bisnis jeruk di Taman Sains Pertanian (TSP).

Dalam vicon dan penandatanganan MoU tersebut, Saiful Anwar didampingi oleh Wadir Bidang Kerjasama Dr. Ir. N. Bambang Eko S., M.Si, Kepala UPT Pengembangan Pertanian Terpadu, Budi Prasetyo, S.Tp., MP, Ketua Prodi Produksi Tanaman Hortikultura Refa Firgiyanto, SP, MP.

“Besar harapan kami, kerja sama ini bisa bermanfaat bagi seluruh keluarga besar Polije, khususnya mahasiswa dan dosen. Polije sendiri memiliki 38 Hektar, 2 kampus di Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso, serta ada 8 juruan kurang lebih 8000 mahasiswa, salah satunya jurusan produksi pertanian yang akan segera menindaklanjuti secara teknis terkait dengan pemanfaatan dari kerjasama ini,” tandas Saiful Anwar ketika mendapatkan giliran memberikan sambutan.

Manfaat kerjasama ini bagi Polije dapat digunakan sebagai sarana praktikum mahasiswa khususnya di jurusan produksi pertanian. Ekspetasi kedepan, hal ini dapat memberikan penguatan terhadap kompetensi mahasiswa yang konsen di bidang pendalaman produksi jeruk khususnya di sertifikat kompetensi mahasiswa.

“Semoga kerjasama ini bisa digunakan sebagai salah satu upaya untuk mendapatkan lisensi terkait untuk distribusi benih jeruk di wilayah jember dan Indonesia bagian timur atas assessment dari Balijestro. Kami upayakan menjadi salah satu wahana komprehensif di Polije yaitu Edu wisata Polije di tanaman jeruk,” ujar Direktur Polije.

Implementasi yang akan dilakukan ke depan, Polije akan menyiapkan lahan untuk tanaman koleksi, tanamanan benih dan beberapa lahan lain yang akan digunakan sebagai tempat untuk join research untuk komoditas tanaman jeruk. Join research ini bisa dimanfaatkan oleh siswa SMK yang magang di Polije, mahasiswa dan dosen yang konsen di bidang jeruk. Polije siap menjadi salah satu entitas untuk mendistribusikan benih jeruk di wilayah timur Indonesia.

Kepala Puslitbanghorti Dr. Ir. Hardiyanto, M.Sc. berharap dengan sinergi ini mudah-mudahan para mahasiswa bisa menyenangi hortikultura. “Mereka bisa diterjunkan ke balai-balai seperti BPTP atau  Balitjestro supaya mereka punya pengetahuan dan skill di lapangan. Dari pihak balitjestro bisa memberikan kuliah umum atau beberapa materi pengetahuan supaya cepat untuk mengembangkan produk-produk di puslitbanghorti”, ujar Hardiyanto. Di akhir serangkaian acara, semua stakeholder yang terkait melakukan penandatanganan secara serempak di tempat masing-masing. Lembar kerjasama yang sudah ditandatangani ditunjukkan secara bersama-sama pada layar sebagai bukti yang sah bahwa telah terjadi pendandatanganan MoU secara daring.

Leave A Reply

Your email address will not be published.