PERUSAHAAN BENIH REKRUT ALUMNI DI KAMPUS POLIJE

Perusahaan Perbenihan PT. Syngenta Seed melalui perusahaan penyedia tenaga kerja PT. Human Capital Global beberapa hari lalu menyelenggarakan seleksi terhadap 113 peserta yang merupakan alumni Politeknik Negeri Jember (Polije). Proses seleksi selama tiga hari tersebut dilaksanakan di Gelanggang Olahraga (GOR) Perjuangan 45 tersebut, meliputi Psikotes, Tes tulis dan online dengan materi pokok agronomi, tes buta warna dan wawancara untuk hari pertama.

Selanjutnya dihari kedua bagi yang lolos tahap pertama harus mengikuti pemeriksaan kesehatan serta di hari ketiga peserta yang lolos mengikuti tahapan seleksi safety riding test.

Menurut Nina Sabrina Manajer Operasional PT. Humas Capital Global, proses seleksi dilakukan selama tiga hari, untuk menyeleksi pendaftar dari alumni Polije. Yang akan ditempatkan sebagai Field Agronomist Trainee dan Field Quality Inspection Trainee. “Alumni Polije mempunyai potensi yang sangat baik menjadi SDM yang kami butuhkan”, tandanya.


Kemitraan dengan Industri : Politeknik Negeri Jember Merupakan Mitra strategis dalam penyiapan SDM Tangguh dan Kompetitif yang dibutuhkan Industri melalui Perekrutan di Kampus

Meski baru lahir pada November 2001, PT Syngenta Indonesia bukan pemain baru di jagad agrobisnis Indonesia. Perusahaan ini, mengikuti induknya di Swiss, merupakan penggabungan dari PT Novartis Agro Indonesia dan PT Zeneca Agri Products Indonesia. Bisnis yang digeluti semua perusahaan ini sama: bibit, pupuk, pestisida, dan bahan pelindung tanaman lainnya. Baik tanaman sayuran maupun tanaman pangan dan perkebunan.

Menurut Wakil Direktur bidang Kerjasama Dr. Ir. Nantil Bambang Eko S, M.Si, Polije cukup intensif menjalin dan menjadi mitra perusahaan-perusahaan dalam memenuhi kebutuhan SDM yang kompetitif dan tangguh. “Sudah banyak Perusahaan berburu SDM yang mereka butuhkan dengan melakukan perekrutan di kampus”, ujarnya.

Menurut dia, perusahaan  atau industry lebih memilih merekrut lulusan PTN Vokasi atau Politeknik, karena kurikulum Politeknik lebih menitik beratkan praktikum dengan proporsi 60 persen dengan tanpa mengunrangi proporsi teori. “Dengan tempaan praktikum yang lebih dominan, akan menghasilkan akselerasi akan kompetensi lulusan Politeknik”, terang Nantil BES.

Apalagi Polije sudah mengembangkan beberapa teaching factory (tefa) seperti Bakery dan Café, Fish Canning, Feedlot, Smart Green House dan lainnya yang sudah berstandar industry, yang menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan untuk meningkatkan skill dan kompetensi mahasiswanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.